Berita

    49 Hektar Empang Terendam,Petani Rugi 1,9 Milyar Rupiah

    Pelita Jabar News.Subang-Sedikitanya 49 hektare empang ikan di Desa Pabuaran, Salamjaya, Pringkasapdan Karanggede Kecamatan Pabuaran terendam banjir karenan di guyur hujan. Akibatnya, ribuan ikan aneka jenis itu hanyut terbawa air. Dan di perkirakan Kerugian yang ditanggung petani mencapai sekitar Rp1.9 Milyar. Selain kerugian aibat gagal panen, kerugian yang dtanggung petani ikan itu juga berasal dari pakan ikan yang ikut hanyut disapu banjir. "Selain ikan yang hilang, kita juga harus melunasi pakan ikan yang sama sekali belum digunakan untuk makanan ikan," ujar Petani Ikan, Kinang kepada wartawan Petani ikan tidak bisa berbuat banyak atas kondisi yang dialaminya. Mereka berharap pemerintah membantu para petani ikan ini. "Kita hanya bisa pasrah atas musibah ini semoga aja air ini cepat surut, selain empang ikan, ratusan rumah serta puluhan hektar tanaman padi yang baru berumur 40 hari pun turut terendam banjir," katanya.***SZ/TH/PJN
    more »

    Bupati Karawang Sampaikan LKPJ 2016 Dalam Rapat Paripurna


    pelita Jabar News,Karawang- Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana menyampaikan Laporan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2016 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Rabu (29/3)

    Dalam laporan Bupati di gedung DPRD yang dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karawang, para Muspida dan OPD se-Kabupaten Karawang yang secara umum yang disampaikan yakni terdiri dari arah kebijakan umum pemerintrah daerah, pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja daerah penyelenggaraan tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

    Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan Anggaran Pendapatan Daerah Tahun 2016 sebesar Rp3,444 triliun terealisasi Rp3,571 triliun  atau mencapai 103,71 persen dengan jenis rincian yaitu Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp1,004 trilun dan telah terealisasi sebesar Rp1,003 triliun atau mencapai 99,92 persen.
    Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp1,819 trilyun telah terealisasi sebesar Rp1,959 triliun atau 107,71 persen. Sedangkan lain-Lain dari pendapatan yang sah direncakan sebesar Rp620,765 miliar telah terealisasi sebesar Rp608,842 miliar atau mencapai 98,08 persen.

    Selanjutnya Bupati juga menyampaikan, Belanja Daerah tahun 2016 Kabupaten Karawang sebesar Rp3,902 triliun rupiah, dan hingga Desember tahun 2016 telah terealisasi sebesar 3,716 triliun rupiah atau mencapai 95,23 persen. Penerimaan pembiayaan daerah pada tahun 2016 direncanakan sebesar 468,468 miliar rupiah yang berasal dari SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran). Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar 10 milyar rupiah, sampai dengan bulan Desember 2016 telah teralisasi sebesar 8,750 miliar rupiah atau mencapai 87,50 Persen.

    Dalam konteks Pelaksanan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah menggunakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021, yang dalam implementasinya diselaraskan dan disinergikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 Tahun 2016, Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Maka pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Karawang pada Tahun 2016 adalah 68,33 persen, meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur Wilayah.

    Sementara itu kegiatan rapat paripurna tersebut selain beragendakan Laporan Kegiatan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karawang Tahun 2016, juga pembahasan Pembentukan Pansus Raperda Tentang Perlindungan Petani. *Hm
    more »

    Kunjungan Raja Salman Ke Indonesia akan mempererat hubungan Bilateral

    Jakarta,PJ News – Kunjungan kenegraan Raja Salman dan ronbongan pada 1Maret 2017 yang akan datang  ke Indonesia  perlu di oftimalkan untuk menguatkan hubungan bilateral kedua Negara.demikian dikatakan oleh Sukamta anggota komisi 1 DPR RI,

    Dalam kunjungan ini ada dua agenda besar yang akan dibicrakan yaitu ,pertama  kedua Negara harus mampu mendorong hubungan yang lebih erat antara Indonesia dengan Arab Saudi Di harapkan dengan adanya peningkatan hubungan  bilateral ini akan menbawa danpak yang sangat besar dalam peningkatan perdagangan dan investasi.”saya mendengar Arab Saudi akan investasi senilai Rp 300 triliun “hal ini jelas sangat jelas untuk baik bagi Indonesia.dan di harapkan pada penguatan hubungan bilateral ini juga dapat di mamamfaatkan pemerintah Indonesia untuk mengusulkan solusi perlindungan TKI di arab Saudi kata Sukamta.

    Kedua Di harapkan adanya tambahan kuota haji untuk umat islam di Indonsia dalam pembicaraan pemerintah RI bisa mendorong adanya kesepakatan atau MOU kedua belah pihak Demikan dikatakan Sukamta pada siaran pers nya,sabtu (25/2).

    Di tegaskan oleh Sukamta  juga Ketua BPPLN DPP PKS,, pada  agenda yang  kedua  tidak kalah strategis adalah menguatkan peran kedua negara dalam isu regional Asia, khususnya di kawasan dunia Islam. Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar, sementara Arab Saudi dengan keberadaan Mekkah dan Madinah sebagai Kota Suci Umat Islam dihormati oleh negara-negara Islam.

    Peran strategis kedua negara juga dapat dikembangkan untuk membangun masa depan dunia Islam yang mampu bersaing di tataran global. Selama ini pembicaraan di level regional sering didominasi pekerjaan rumah isu politik keamanan,,pungkas Sukamta ***Rep/Eko S/PJn

    more »

    Mengapa Kita Harus Menolong Orang Lain

    Karawang,PJNews - Kita sering mendengar pertanyaan, mengapa mesti menolong orang lain, padahal diri sendiri saja masih hidup susah? Mengapa kita mesti peduli terhadap nasib rakyat Palestina, Rohingya, atau Suriah padahal di negeri kita sendiri masih banyak rakyat yang kesusahan?

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak salah, sebab diri sendiri dan orang-orang dekat memiliki hak untuk diperhatikan. Salman al-Farisi pernah berkata dan dibenarkan oleh Nabi SAW, "...Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atasmu, dan dirimu memiliki hak atasmu, dan keluargamu juga memiliki hak atasmu, maka hendaknya engkau tunaikan setiap hak kepada pemiliknya." (HR Bukhari).

    Keharusan memperhatikan diri sendiri dan orang dekat tidak berarti boleh melupakan hak-hak orang lain yang lebih jauh. Sebab, memperhatikan orang lain dengan cara berbagi kebaikan, termasuk akhlak terpuji dan merupakan salah satu ciri orang bertakwa. (QS al-Baqarah [2]: 177; Ali Imran [3]: 133-134).

    Bahkan, dalam Alquran, terdapat model berbagi kepada orang lain yang sangat dipuji Allah SWT yang biasa disebut al-itsar, yakni sifat suka mengutamakan kepentingan orang lain, sekalipun dirinya membutuhkan. Mengenai sifat al-itsar ini digambarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam salah satu hadisnya.

    Suatu ketika seorang sahabat Anshar kedatangan tamu seorang sahabat Muhajir. Ia sangat ingin menghormati tamunya tersebut. Namun, makanan yang ada sangat terbatas. Kemudian, ia bertanya kepada istrinya, "Apakah kamu memiliki sesuatu untuk menjamu tamu?"

    Istrinya menjawab, "Tidak ada, hanya makanan yang cukup untuk anak-anak kita." Lalu, sahabat tersebut berkata, "Alihkan perhatian anak-anak kita dengan sesuatu, kalau mereka ingin makan malam, ajak mereka tidur. Dan apabila tamu kita masuk (ke ruang makan), padamkanlah lampu. Dan tunjukkan kepadanya bahwa kita sedang makan bersamanya. Mereka duduk bersama, tamu tersebut makan, sedangkan mereka tidur dalam keadaan menahan lapar.
     
    Tatkala datang waktu pagi, pergilah mereka berdua (sahabat dan istrinya) menuju Rasulullah SAW. Lalu, Rasulullah SAW memberitakan (pujian Allah SWT terhadap mereka berdua), "Sungguh Allah merasa kagum dengan perbuatan kalian berdua terhadap tamu kalian."

    Kemudian, turunlah ayat yang memuji sahabat Anshar tersebut, "... dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS al-Hasyr: 9)

    Konsep itsar lahir dari prinsip sesama Muslim dan Mukmin bersaudara. Mereka bagai satu  tubuh. Jika yang satu sakit dan yang lain akan merasakannya. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim membebaskan kesulitan sesamanya, pada hakikatnya ia sedang membebaskan kesulitan dirinya.

    Rasul SAW menggambarkan hubungan persaudaraan Muslim sejati dengan perumpamaan yang indah, "Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam saling mencintai dan saling mengasihi bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan, sekujur badan akan merasakan panas dan demam." (HR Muslim).

    Jadi, mengutamakan kepentingan orang lain (itsar) merupakan puncak kebajikan dan bagian dari akhlak mulia. Dan perbuatan tersebut merupakan pengejawantahan persaudaraan Islam sejati. Mungkin bagi sebagian orang terlihat aneh, tetapi di sisi Allah SWT termasuk perbuatan sangat terpuji. Wallahu a'lam.***pjn/kom/
    more »

    Nasional

    Olahraga

    Hukrim

    Fokus berita

    Daerah

    Serba-serbi

    © 2013 Pelita Jabar News. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9